|
Keindahan panorama alam seperti terumbu
karang, rumput laut, dan padang lamun dengan biota laut yang beraneka ragam,
hutan mangrove, gunung dan hutan tropis dataran rendah, semuanya dalam
hamparan yang masih alami sehingga menjadikan kepulauan Karimunjawa sebagai
Taman Nasional Laut. Kepulauan ini secara administratif merupakan kecamatan
dari wilayah kabupaten Jepara, yang berlokasi sekitar 45 mil arah barat laut
kota Jepara. Luas wilayah teritorial Karimunjawa adalah 107.225 ha, sebagian
besar berupa lautan 100.105 ha, luas daratannya sendiri adalah 7.120 ha.
Daerah ini beriklim tropis yang dipengaruhi oleh angin laut yang bertiup
sepanjang hari dengan suhu rata-rata 26 s.d. 30 derajat Celcius, dengan suhu
minimum 22 derajat Celcius dan suhu maksimum 34 derajat Celcius.
Asal Nama Karimunjawa
Karimunjawa tidak terpisah dari sejarah Sunan Nyamplungan, Sunan Nyamplungan
merupakan tokoh cerita rakyat yang menarik tentang terjadinya nama Kepulauan
Karimunjawa. Sunan Nyamplungan yang bernama asli Amir Hasan adalah putra dari
seorang Tokoh Wali Songo (penyebar agama islam di Jawa) yang bernama Sunan
Muria. Sunan Muria memerintahkan Amir Hasan untuk pergi ke salah satu pulau
yang kelihatan dari puncak gunung Muria seperti kremun � kremun
dengan desertai 2 orang abdi untuk menemani dan diberi bekal 2 biji buah
nyamplung untuk ditanam dan berbagai macam barang antara lain; Mustaka Masjid
yang saat ini masih ada dalam komplek makam beliau. Perjalanan Amir Hasan
yang memakan waktu lama dengan menyebrang laut itupun akhirnya sampai di
tempat yang dituju di sebuah pulau. Kemudian Amir Hasan menetap disana dan
pulau ini kelak bernama Karimunjawa (pulau yang terlihat kremun -
kremun / kabur dan masih merupakan kawasan kepulauan jawa. Dan Amir Hasan
dinamakan oleh masyarakat karimunjawa dengan nama Sunan Nyamplungan,
yang hingga kini makamnya menjadi tempat yang selalu di ziarahi oleh warga
muslim sekitar dan para wisatawan.
Daya Tarik Wisata
Dengan alamnya yang indah dan relatif masih perawan, Karimunjawa menawarkan
daya tarik wisata alam yang beragam selain wisata bahari, wisata petualangan
alam adalah salah satu keunikan Karimunjawa yang dimiliki. Dengan penduduk
Karimunjawa yang multietnis membuat kawasan ini pun menarik untuk menyimak berbagai
keunikan budaya dan tradisinya. Wisata bahari menawarkan berbagai kegiatan
wisata dan sport yang berhubungan dengan alam kepulauan Karimunjawa. Beberapa
aktifitas wisata dan sport yang dapat dilakukan di kawasan ini diantaranya
sebagai berikut :
Menyelam
Keindahan bawah laut Karimunjawa memang tidak diragukan lagi, bermacam
terumbu karang dan jenis ikan yang beragam hidup didalamnya. Salah satu cara
menikmati keindahan bawah laut Karimunjawa adalah dengan menyelam.
Sekurangnya ada 12 titik lokasi penyelaman antara lain Mylim reef di
Pulau Menjangan Kecil, Indonor di Batu Lawang, Ezdir reef di
Pulau Cemara Besar, dan Antonys Point di Pulau Tengah.
Selain menikmati keindahan biota laut, Karimunjawa juga menawarkan wisata
penyelaman bangkai laut (Wreck Dive). Yang paling terkenal adalah Indonor
Wreck, kapal yang karam pada tanggal 7 Februari 1960 saat berlayar dari
Palembang menuju ke Surabaya dengan mengangkut Batubara. Bangkai kapal Indonor dengan panjang 30
meter dan tinggi 12 meter ini bisa ditemukan di sekitar pulau Kemojan dengan
kedalaman sekitar 10 - 17 meter.
Salah satu Dive Point selain bangkai kapal Indonor
adalah di sekitar Pulau Tengah. Potensi bawah laut di sekitar Pulau Tengah
sangat layak sebagai daerah tujuan wisata selam. Dukungan visibility atau
jarak pandang yang mencapai 20 meter dan jenis ikan yang mencapai 30 jenis
makin menambah layaknya potensi wisata selam yang ada disana. Belum lagi
keindahan terumbu karang yang keberadaannya 80 % masih sangat baik makin
melengkapi potensi yang ada.
Lokasi penyelaman lain diantaranya sebagai berikut, sebelah utara dan barat
Pulau Karimunjawa, sebelah timur Pulau Menjangan Besar, sekitar Pulau
Menjangan Kecil, sebelah selatan dan barat Pulau Geleang, sebelah barat Pulau
Bengkoang, sebelah barat Pulau Parang, sebelah timur Pulau Kembar, sekitar
Pulau Katang, sebelah utara dan timur Pulau Krakal Kecil, dan sebelah barat
Pulau Kumbang.
Total Dive Site : 19 Spot
Bulan terbaik bagi penyelam : Maret - April
Bulan terjelek bagi penyelam : Desember - Januari
Informasi Dive Karimunjawa :
Operator : Nautilus Diving Center
Jalan Danang Joyo, Karimunjawa
Phone. 081225126316
email. btnkj@dephut.go.id
Snorkeling
Hampir seluruh Kepulauan Karimunjawa dikelilingi terumbu karang hingga
kedalaman 40 meter. Ada 66 genera karang dengan satu jenis karang yang hampir
punah yaitu karang musik (Tubipora musica). Untuk dapat menikmati
terumbu karang dan segenap yang ada di dunia bawah laut karimunjawa, selain
menyelam Anda dapat mencoba snorkeling. Snorkeling (selam permukaan) atau
selam dangkal (skin diving) adalah kegiatan berenang atau
menyelam dengan mengenakan peralatan berupa masker selam dan
snorkel. Selain itu, penyelam sering mengenakan alat bantu gerak berupa kaki
katak (sirip selam) untuk menambah daya dorong pada kaki.
Hampir semua wilayah perairan Karimunjawa memiliki potensi bawah laut yang
layak untuk dijadikan spot atau areal Snorkeling. Berbagai titik dapat
dijadikan tempat snorkeling diantaranya di areal sekitar Pulau Menjangan
Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Geleang, Pulau Bengkoang, Pulau Parang,
Pulau Kembar, Pulau Katang, Pulau Krakal Kecil, dan Pulau Kumbang.
Memancing
Karimunjawa adalah surganya bagi para pemilik hoby memancing. Dari memancing
ikan hingga memancing cumi - cumi (sotong). Perairannya menyimpan 353 jenis
ikan hias dan ikan pangan. Ikan hias di seluruh Karimunjawa tercatat 242
jenis sekaligus menjadi kepulauan dengan jenis ikan hias terbanyak di dunia.
Hampir seluruh lokasi perairan Karimunjawa dapat dijadikan sebagai spot untuk
memancing. Namun cuaca atau musim sangat menentukan lokasi mana yang tepat
digunakan untuk memancing. Anda bisa memperoleh informasi dari para nelayan
setempat, lokasi mana yang tepat untuk memancing pada saat itu.
Sementara lokasi mancing yang terkenal berada di Pancingan, sebelah barat
Pulau Menjangan Kecil dan beberapa lokasi lain di kepulauan ini merupakan
'kampung' beragam ikan antara lain Kakap merah dan putih, Bentong, Krapu,
Badong, dan Marlin. Untuk memancing selama beberapa hari pengunjung dapat
menyewa kapal nelayan setempat. Tarifnya Rp 250-300 ribu rupiah per hari.
Waktu memancing yang baik pada bulan Mei sampai dengan November atau saat
musim pancaroba, yakni transisisi antara musim timur ke barat karena ombaknya
lebih tenang. Umpan memancing di kepulauan ini tidak terlalu sulit bisa di
dapat di Karimunjawa atau dengan memesan pada nelayan, berupa cumi atau ikan
kecil.
Penangkaran Hiu
Dimana lagi Anda dapat berenang dengan hiu selain di Karimunjawa. Ada pepatah
menyebutkan, " Belum ke Karimunjawa jika belum berenang dengan
Hiu". Di Karimunjawa Anda benar - benar dapat mewujudkannya, karena
salah satu aktivitas yang sangat mengesankan adalah mengunjungi penangkaran
hiu dan berenang bersama hiu.
Penangkaran Hiu dan Penyu Sisik berada di Pulau Menjangan Besar. Di pulau ini
terdapat deretan kolam yang mirip tambak berisi puluhan ikan pemakan daging,
Hiu Batu berwarna hitam. Anda dapat melihat dari dekat, dari atas kolam dan
memotret, serta Anda dapat mencoba tantangan berenang dengan hiu. Bahkan Anda
dapat mencoba memberi makan berupa ikan segar kepada ikan yang selama ini
menjadi momok menakutkan bagi para penyelam maupun peselancar.
Sebenarnya kolam hiu dibedakan menjadi 2 kolam, kolam yang 1 berisikan hiu
berwarna hitam, hiu yang berwarna hitam ini lebih bersahabat. Sementara kolam
yang 1 berisi hiu berwarna putih dengan ukuran lebih kecil dan lebih agresif.
Selain penangkaran hiu, di Pulau Menjangan Besar Anda dapat melihat
penangkaran Penyu Sisik, Ikan Pari dan beberapa jenis ikan laut lain. Disisi
lain pantai Pulau Menjangan Besar Anda juga dapat menemukan seekor Burung
Elang Laut Dada Putih yang tinggal di dalam sangkar di tepi pantai.
Berenang
Bagi yang ingin sekedar berenang, lokasi yang cocok dan aman untuk aktifitas
ini antara lain di sebelah timur dan selatan pulau Karimunjawa, bagian
selatan dan barat pulau Menjangan Kecil, bagian barat pulau Tengah, sekitar
pulau Parang, pulau Kembar, dan pulau Kumbang.
Berjemur
Hampir seluruh pantai di kepulauan Karimunjawa berpasir putih dengan garis
pantai yang cukup panjang. Kondisi ini menyebabkan kawasan pantai menjadi
kawasan yang cocok untuk melakukan kegiatan berjemur (mandi matahari),
bermain pasir, dan menyaksikan keindahan pemandangan matahari terbenam atau
terbit. Anda dapat mencoba berjemur di Pulau Menjangan Besar dan Kecil.
Menjelajah Laut
Bagi yang tidak dapat berenang dan menyelam, tersedia kapal yang dilengkapi
dengan kaca pada bagian bawahnya (glass bottom boat) untuk menyaksikan
keindahan bawah laut Karimunjawa. Selain itu terdapat juga kapal kayu milik
penduduk setempat atau nelayan yang dapat Anda sewa, Anda akan diantar untuk
menjelajah laut dari pulau ke pulau.
Wisata Alam Darat
Selain wisata bahari Karimunjawa juga menawarkan wisata alam darat yang dapat
menjadi pilihan bagi Anda, diantaranya Hiking / Trecking dan
Camping
Anda dapat melakukan aktifitas hiking, antara lain ke Bukit Bendera, Bukit
Tengkorak dan Bukit Maming. Selain itu Anda dapat menelusuri
Trecking di jalur penelusuran hutan bakau Mangrove di Kemojan. Untuk kegiatan
Camping, terdapat camp ground di Legon Lele, dengan melewati jalan
trail menuju lokasi sejauh 2,5 km dan lokasi arboretum seluas 1 hektar. Anda
juga dapat mencoba camping di pulau, antara lain di Pulau Geleang, Pulau
Tengah dan Pulau Cilik, atau dipantai - pantai di sekitar Pulau Karimunjawa.
Kegiatan Lain
- Canoeing, kegiatan penelusuran hutan mangrove yang dapat dilakukan di
Kemojan.
- Caving, wisata penelusuran Goa yang dapat dilakukan di Goa Sarang di Pulau
Parang.
- Atraksi penyu bertelur di Pulau Sintok dan Menjangan Besar pada musimnya.
- Bird Watching, dapat dilakukan di hutan dataran rendah di Karimunjawa.
Wisata Budaya
Wisata Budaya di Karimunjawa dapat dibagi menjadi 3 objek, yaitu :
- Kesenian Rakyat
Meskipun bukan ciri khas Karimunjawa, kesenian rakyat seperti Reog, Barongan
dan Pencak Silat saat ini sudah semakin berkembang.
- Acara Tradisional
Perkawinan suku Bugis, yang di mulai dengan acara Mepuce - puce,
Masuro, Madupa, Mappaenre belanja dan pesta Anggaukeng.
Upacara Peluncuran Perahu, yaitu acara syukuran telah selesainya
pembuatan perahu dan berharap tidak terjadi aral melintang di kemudian hari,
dengan cara perahu di dorong ke pinggir pantai kemudian dilepas sampai perahu
berhenti dengan sendirinya.
Makam Sunan Nyamplungan, merupakan objek wisata religi yang ada di
Karimunjawa, tepatnya di Dukuh Nyamplungan. Sunan Nyamplungan dipercaya
sebagai orang pertama yang mendiami Kepulauan Karimunjawa.
Sumur wali di Pulau Parang, merupakan sumur yang disucikan dan apabila
mendapati air dalam sumur tersebut dan bisa mengambilnya, dipercaya akan
membawa keberuntungan bagi yang berhasil mengambilnya.
- Rumah Adat
Keanekaragaman suku yang mendiami kepualauan Karimunjawa dapat dimanfaatkan
untuk menambah atraksi wisata Rumah Adat suku Bugis, yang dapat dijumpai di
Dukuh Batulawang, Dukuh Legon Gede, dan Dukuh Tlogo Pulau Kemojan. Sementara
suku Buton banyak mendiami Dukuh Tlogo Pulau Kemojan dan Dukuh Karimun Pulau
Karimunjawa.
Penduduk
Penduduk kepulauan Karimunjawa terdiri atas beberapa suku yang memiliki
identitas tersendiri seperti bentuk rumah adat yang khas. Suku-suku yang
mendiami kepulauan Karimunjawa adalah suku Jawa, Bugis Makasar, dan Madura.
Masyarakat Jawa banyak tinggal di dukuh Karimun, dukuh Legon Lele, dukuh
Nyamplungan, dan dukuh Mrican. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat
Jawa adalah bertani dan membuat industri rumah tangga, seperti batu bata
merah dan minyak kelapa. Masyarakat Bugis Makasar sebagian besar bertempat
tinggal di pulau Kemujan, dukuh Batu Lawang, dukuh Legon Gede, dan dukuh
Tlogo. Masyarakat Bugis terkenal sebagai pelaut yang ulung, oleh karena itu
sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, tenun
sarung Bugis juga merupakan kekhasan yang lain dari masyarakat Bugis. Hampir
sama dengan masyarakat Bugis, masyarakat Madura pun sebagian besar berprofesi
sebagai nelayan. Selain itu, mereka pun memiliki kemampuan membuat ikan
kering sebagai industri rumah tangga.
Cinderamata
Berbagai macam barang kerajinan yang sebagian besar terbuat dari kayu-kayu
langka, seperti kayu Setigi, kayu Dewadaru, dan kayu Kalimasada merupakan
keunikan tersendiri dari kepualauan Karimunjawa. Hasil-hasil kerajinan yang
lain berupa tongkat, keris, dan tasbih. Selain hasil kerajinan, di kepulauan
ini juga terdapat barang-barang cinderamata lainnya berupa hasil industri
rumah tangga, seperti kaus, topi, ikan teri, ikan asin, jenang, makanan
olahan dari rumput laut, dan minyak kelapa. Barang-barang kerajinan ini dapat
dengan mudah diperoleh di toko-toko penjual barang-barang cinderamata yang
berada di pusat kota Karimunjawa.
Untuk kerajinan kayu, ada beberapa lokasi sebagai pusat kerajinan kayu
sebagai tempat pemesanan, yaitu sebagai berikut :
- Pusat Kerajinan Al Badri, desa Legon Cikmas
- Labiki, jalan Kapuran, pulau Karimunjawa.
Kuliner
Karimunjawa terkenal akan makanan khasnya, antara lain getuk, jagung
berondong, dan jadah. Namun yang paling populer adalah makanan broyo,
yaitu makanan yang berbahan dasar kacang-kacangan dan dapat ditemukan di
hampir seluruh pulau yang terdapat di Karimunjawa. Menu Ikan juga akan banyak
dijumpai di Karimunjawa, yang paling khas adalah Pindang Serani ( Sup
Ikan )
Flora dan Fauna
Kekayaan flora dan fauna Karimunjawa membuatnya menjadi begitu mempesona.
Daerah ini memiliki beberapa jenis ekosistem flora, yaitu ekosistem terumbu
karang, hutan mangrove (padang lamun), hutan pantai, dan hutan dataran
rendah. Di sisi lain, fauna pun bervariasi, seperti rusa dan kera ekor
panjang maupun fauna akuatik yang terdiri atas 242 jenis ikan hias dan 133
genera akuatik. Selain itu, di lokasi ini terdapat pula jenis fauna langka
yang berhabitat di pulau Burung dan pulau Geleang, seperti burung elang laut
dada putih serta dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau.
Hampir seluruh Kepulauan Karimunjawa dikelilingi terumbu karang hingga
kedalaman 40 meter. Ada 66 genera karang dengan satu jenis karang yang hampir
punah yaitu karang musik (Tubipora musica). Perairannya menyimpan 353 jenis
ikan hias dan ikan pangan. Ikan hias di seluruh Karimunjawa tercatat 242
jenis sekaligus menjadi kepulauan dengan jenis ikan hias terbanyak di dunia
Karimunjawa sendiri juga memiliki Taman Nasional Karimunjawa, yang dulu
dikenal dengan nama Cagar Alam Karimunjawa. Terumbu karang di Taman Nasional
Karimunjawa terdiri dari beberapa jenis yaitu terumbu karang tepi pantai
(fringing reef), terumbu karang penghalang (barrier reef) dan beberapa taka
(patch reef). Kekayaan biota lautnya terdiri lebih dari 90 jenis karang keras
dan 242 spesies ikan. Dua jenis biota karang utama yang dilindungi yaitu akar
bahar dan karang merah. Biota laut dilindungi yang lain adalah kepala
kambing, triton terompet, nautilus berongga, batu laga, dan 6 jenis kima.
Tips Perjalanan
- Karimunjawa terletak 45 mil laut atau
sekitar 83 km di utara Kota Jepara, Jawa Tengah. Dari Jakarta kita ke
Semarang dengan pesawat, kereta atau bus. Lalu ke Pelabuhan Kartini.
Dari pelabuhan kita bisa menumpang Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini I ke
Karimunjawa, lama perjalanan 3.5 jam. Karena kapasitas KMC Kartini yang
terbatas hanya 160 seat, saat kehabisan ticket anda bisa menempuh dari
Pelabuhan Kartini Jepara dengan menggunakan Ferry KM Muria, yang lama
perjalanan 6 jam.
- Karimunjawa sekarang sudah dilengkapi
dengan hotel - hotel dan resort baru yang mulai bermunculan, sehingga
Anda dapat menyesuaikan pilihan akomodasi Anda sesuai dengan budget
wisata. Rate hotel dan resort sangat bervariasi, dari yang 200.000 an -
400.000an, bahkan ada beberapa resort yang memasang harga 1.000.000 -
2.000.000 / malam. Untuk tarif kamar homestay berkisar 50.000 - 75.000
an, ini sesuai bagi Anda yang berkenan menggunakan ruang non air
conditioner. Bahkan bagi Anda yang ingin berbaur dengan penduduk
setempat, Anda bisa menginap di rumah penduduk yang menerima wisatawan
dengan tarif dari 10.000 - 25.000 / malam.
- Di sana juga terdapat warung yang menjual
makanan kecil, minuman, obat-obatan, perlengkapan mandi, dan barang
kelontong lain. Namun, bagi Anda yang memiliki penyakit tertentu,
bawalah obat yang biasa anda konsumsi, untuk persediaan selama di
Karimunjawa.
- Kalau Anda ingin memancing dan menyelam /
snorkeling, Anda bisa meminta penduduk lokal untuk memandu. Dengan
menyewa kapal nelayan, anda akan diantar menuju ke tujuan. Bawalah perlengkapan atau Anda dapat menyewa di lokasi.
- Tidak ada ATM, Bank, dan Money Changer. Jadi persiapkanlah uang cash yang cukup untuk wisata Anda.
Selamat
berwisata dan sampai jumpa di Karimunjawa.
|